Jumat, 30 April 2010

AIR

1. Air bersifat lembut

Lembut, bukan berarti lemah. Tentu saja berbeda, lembut yang saya maksud disini (jika dianalogikan dengan sifat manusia) adalah sifat yang lembut. Lembut dalam bertutur sapa, dalam penyampaian, lembut dalam bersikap.

Banyak orang yang terpesona dengan kelembutan sikap seseorang, sebagai contoh yang nyata adalah Rasulullah Muhammad SAW. Beliau adalah seorang yang lembut baik pada pengikutnya maupun pada penentangnya, yang akhirnya sifat yang lembut ini mampu meluluhkan hati para penentangnya.

2. Air memiliki sifat telaten

jika kita melihat pada sungai, pasti air akan selalu mengalir tanpa berhenti atau mengalir ke atas. air selalu mengalir menuju ke suatu tempat tanpa berhenti. oleh karena itu dapat dikatakan bahwa air memiliki sifat yg telaten karena selalu mengalir tanpa brhenti. inilah kenapa saya sebut air memiliki sifat telaten, pantang menyerah!

Dalam kehidupan kita, seringkali kita berkeluh kesah dan berputus asa. Merasa usaha kita sudah maksimal namun tidak menghasilkan bahkan gagal melulu. Bukankah Aldexander Graham Bell mengalami ribuan kali kegagalan? Bukankah Thomas Alfa Edison mengalami puluhan ribu kegagalan dalam eksperimennya. Kita seringkali kurang bersabar dalam menjemput kesuksesan untuk kita.

3. Air merupakan sumber kehidupan yang tidak sombong atau pun angkuh.

Sifat ini patut kita contoh kenapa? Karena biasanya sesorang akan tumbuh/ timbul sifat angkuh atau sombongnya jika sudah mencapai level tertentu. Sedang air ia tetaplah menjadi air meskipun ia dibutuhkan oleh semua mahluk hidup di alam raya ini. Memang benar air tidak diberi ‘nafsu’ oleh Tuhan, namun tidak ada salahnya bagi kita untuk mencontoh sifat tersebut. Jadilah orang yang rendah hati bukan rendah diri, buang jauh-jauh sifat sombong yang sering melekat pada diri kita. Karena pada intinya kita semua sama dimata Tuhan. Apapun pangkat/ jabatan kita kita tetaplah mahluk yang lemah.

4. Air sangat dirindukan semua mahluk

Disemua musim yang ada di muka bumi ini air sangat dibutuhkan oleh semua mahluk. Terlebih pada musim kemarau, air menjadi barang yang sangat berharga dan dirindukan. Bahkan dalam kepercayaan saya ada Shalat khusus untuk memohon hujan (air). Yaitu Shalat Istisqa. Ini merupakan bukti bahwa air sangat dirindukan oleh semua.

Bagi kita untuk dapat dirindukan semua orang tidak sekonyong-konyong datang begitu saja, ada proses panjang yang harus dilewatinya, seperti selalu berbuat baik.

5. Air selalu mencari tempat yang lebih rendah.

Kita perhatikan air, dalam setiap perjalanan panjangnya ia selalu mencari tempat yang lebih rendah, ini merupaka salah satu sikap yang tidah haus rasa hormat (jika dianalogikan pada manusia). Biasanya manusia jika sudah memiliki jabatan/ pangkat yang bagus ia cenderung arogan dan tak mau turun langsung ke bawah untuk melihat kondisi real di lapangan.

Ia hanya cukup meminta laporan dari bawahannya, dan hanya memberikan perintah tanpa mengetahui kondisi yang sebenarnya. Ia tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, yang benar hanya pendapat dan gagasannya saja. Ini tentu sangat tidak sehat!!!

6. Air merupakan sumber kehidupan yang tidak sombong atau pun angkuh.

Sifat ini patut kita contoh kenapa? Karena biasanya sesorang akan tumbuh/ timbul sifat angkuh atau sombongnya jika sudah mencapai level tertentu. Sedang air ia tetaplah menjadi air meskipun ia dibutuhkan oleh semua mahluk hidup di alam raya ini. Memang benar air tidak diberi ‘nafsu’ oleh Tuhan, namun tidak ada salahnya bagi kita untuk mencontoh sifat tersebut. Jadilah orang yang rendah hati bukan rendah diri, buang jauh-jauh sifat sombong yang sering melekat pada diri kita. Karena pada intinya kita semua sama dimata Tuhan. Apapun pangkat/ jabatan kita kita tetaplah mahluk yang lemah.

7. Air merupakan zat yang bersifat tenang

Sifat tenang yang air miliki sangat baik untuk kita tiru, sifat tenang akan mampu membawa kita pada banyak pencapaian. Tenang dalam menghadapi permasalahan akan mendatangkan solusi yang jitu. Meski terkadang air bergelombang bagi saya air tetaplah bersifat tenang, kita perhatikan dengan cermat. Kenapa air bergelombang? Pertama karena dalam jumlah yang sangat besar, dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita sering dihadapkan pada kompetisi, baik dalam pertandingan maupun dalam hal-hal yang bersifat pekerjaan. Saya analogikan air bergelombang dengan kompetisi dalam kehidupan kita.

Dalam berkompetisi kita harus memacu dan mengeluarkan semua kemampuan kita. Demikian dengan air yang bergelombang, menurut saya itulah salah satu kompetisi bagi air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar