Kemaren aku gag sengaja baca koran, ceritanya lagi iseng nungguin
dispenser airnya panas . . korannya juga udah basi banget jaman gong xi
fa cai kemaren . . tapi ada sebuah surat pembaca menarik perhatianku
*jiahhh...*Gini ni tulisannya . .
Saya laki-laki 39th, dengan catatan kesehatan cukup bagus (tidak ada riwayat
penyakit dalam), bukan peminum (minuman beralkohol). Golongan darah AB. Karena
sudah 3 tahun ini tidak berpenghasilan tetap, saya ingin menukarkan salah satu ginjal saya untuk mengamankan biaya pendidikan 2 anak saya (10 th dan 3 th). Apabila ada pembaca yang serius silahkan menghubungi saya . .
Huhuuuu
. langsung merinding seketika. segitu sayangnya bapak tersebut sama
anak2nya, gag mau kalo anak2nya nanti bernasib sama kayak beliau sampe2
rela jual ginjalnya . .
Padahal kalo 1ginjal manusia di ambil, kerja ginjal 1nya bakal makin berat. Udah rumit makin berat pula . .
Trus belom lagi kalo ada
masalah sama ginjal itu . . adduuuhhhhh gag bisa bayangin . .
(naudzhubillah), nanti siapa yang nyari uang buat 2anak beliau .
anak2nya beliau bakal bangga luar biasa . .
Eniweii, itu bukan
kejadian pertamakalinya di Indonesia, banyak . . banyak kejadian miris,
ada seorang anak kecil berkeliaran dijalan, mau jual ginjal buat biaya
berobat ibunya
*so sweeeettt* mungkin 10tahun kedepan orang dengan bebas pasang plang
“toko cepat mati : menjual organ2 tubuh (mata,ginjal)” atao di pegadaian
“butuh dana cepat ?? gadaikan saja mata dan ginjal anda!” hooooohhhhhhhhhhhh . .
Gara2
baca koran itu aku jadi inget orangtuaku.. hiksssss
*Serius!!! Jadi nangis beneran . .*Aku gag mau ayahku nanti jadi orang yang ngirim surat pembaca kayak gitu . .
Huhuhuuuuuuuuuuuuuuuuhuuuuuuuu :(
Di otak terngiangngiang lagu hanya satunya mocca (OST Untuk Rena)
“hanya satu pintaku tuk memandang langit biru dalam dekap seorang ibu,
hanya satu pintaku tuk bercanda dan tertawa di pangkuan seorang ayah . . “