Tampilkan postingan dengan label etc. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label etc. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2012

tuhan, maaf..

Tuhan, maaf atas 10# prosa mini itu.
itu diluar kendaliku.
maafkan aku, Tuhan.
Tolong kembalikan aku pada jalan Mu. Aamiin
saya emang bego akhir-akhir ini.
sedang tidak terkendali.
maaf maaf maaf,
Insya Allah nggak akan terulang

praktek jual ginjal???? *ooowwwww*

Kemaren aku gag sengaja baca koran, ceritanya lagi iseng nungguin dispenser airnya panas . . korannya juga udah basi banget jaman gong xi fa cai kemaren . . tapi ada sebuah surat pembaca menarik perhatianku *jiahhh...*Gini ni tulisannya . .
Saya laki-laki 39th, dengan catatan kesehatan cukup bagus (tidak ada riwayat
penyakit dalam), bukan peminum (minuman beralkohol). Golongan darah AB. Karena
sudah 3 tahun ini tidak berpenghasilan tetap, saya ingin menukarkan salah satu ginjal saya untuk mengamankan biaya pendidikan 2 anak saya (10 th dan 3 th). Apabila ada pembaca yang serius silahkan menghubungi saya . .

Huhuuuu . langsung merinding seketika. segitu sayangnya bapak tersebut sama anak2nya, gag mau kalo anak2nya nanti bernasib sama kayak beliau sampe2 rela jual ginjalnya . .
Padahal kalo 1ginjal manusia di ambil, kerja ginjal 1nya bakal makin berat. Udah rumit makin berat pula . .  Trus belom lagi kalo ada masalah sama ginjal itu . . adduuuhhhhh gag bisa bayangin . . (naudzhubillah), nanti siapa yang nyari uang buat 2anak beliau . anak2nya beliau bakal bangga luar biasa . .

Eniweii, itu bukan kejadian pertamakalinya di Indonesia, banyak . . banyak kejadian miris, ada seorang anak kecil berkeliaran dijalan, mau jual ginjal buat biaya berobat ibunya *so sweeeettt* mungkin 10tahun kedepan orang dengan bebas pasang plang “toko cepat mati : menjual organ2 tubuh (mata,ginjal)” atao di pegadaian “butuh dana cepat ?? gadaikan saja mata dan ginjal anda!” hooooohhhhhhhhhhhh . .

Gara2 baca koran itu aku jadi inget orangtuaku..  hiksssss *Serius!!! Jadi nangis beneran . .*Aku gag mau ayahku nanti jadi orang yang ngirim surat pembaca kayak gitu . .
Huhuhuuuuuuuuuuuuuuuuhuuuuuuuu :(
Di otak terngiangngiang lagu hanya satunya mocca (OST Untuk Rena)
“hanya satu pintaku tuk memandang langit biru dalam dekap seorang ibu,
hanya satu pintaku tuk bercanda dan tertawa di pangkuan seorang ayah . . “